Dicari Banyak Orang, Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Menghilang di Jambi

Jambi, Beritasatu.om - M Nuh, buruh bangunan di Jambi, pemenang lelang sepeda motor listrik Presiden Jokowi senilai Rp 2,55 miliar, kini menghilang dari rumahnya, setelah lebih dahulu menemui polisi meminta perlindungan untuk keselamatan dirinya.

Nuh dilaporkan meninggalkan rumahnya, Kamis (21/5) malam, setelah ia melaporkan tentang dirinya ke Polsek Pasar, Kota Jambi, Selasa (21/5). Setelah memberikan keterangan pada polisi, Nuh saat itu juga diperbolehkan pulang ke rumahnya di Kampung Manggis, Jambi.

Namun menurut Ketua RT 20, Kampung Manggis, Kelurahan Sungaiasam, Jambi, Ibrahim Hasan, hingga Jumat (22/5) siang, Nuh tak kelihatan di rumahnya.

“Mungkin Nuh pergi menenangkan diri karena merasa tertekan dan banyak dicari orang. Sebab, sejak dirinya diketahui menjadi pemenang lelang sepeda motor Presiden Jokowi, Nuh banyak dicari wartawan dan masyarakat lainnya. Kami mengetahui Nuh diperiksa polisi dan kembali, Kamis," kata Ibrrahim kepada Beritasatu.com , Jumat (22/5/2020).

Memang, setelah Nuh dinyatakan sebagai pemenang lelang motor listrik itu, banyak orang mencari Nuh karena namanya mendadak viral di berbagai surat kabar maupun media sosial lainnya. Mulai dari wartawan, LSM hingga masyarakat umum ingin bertemu Nuh. Bahkan beredar berbagai informasi hoax bahwa Nuh ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan.

Lelang motor listrik itu diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara virtual, Minggu (17/5) di televisi swasta nasional dalam acara “Berbagi Kasih Bersama Bimbo”. Konser merupakan solidaritas kemanusian tu bertajuk "Bersatu Melawan Corona”.

Dalam konser tersebut, saat dibuka lelang untuk motor listrik Jokowi, banyak yang melakukan penawaran, mulai dari Rp 500 juta, menjadi Rp 1 miliar dan Rp 2 milar. Tokoh PDI-P Maruarar Sirait sempat menawar Rp 1 miliar.

Dari hasil lelang tersebut, akhirnya dua penawar tertinggi yakni Nuh senilai Rp 2,55 miliar dan Warren Tanoesoedibyo senilai Rp 2,1 miliar. Otomatis motor listrik dengan merek Gesits menjadi milik Nuh. Padahal, motor listrik milik Presiden Jokowi yang memiliki tenaga baterai menempuh jarak 70 km itu, dijual secara resmi sekitar Rp 25 juta per unit.

Namun tak disangka pemenang lelang bukan seorang pengusaha seperti diakui Nuh saat menelepon melakukan tawaran lelang. Melainkan, ia hanya seorang buruh harian lepas.

Ketakutan

Menurut Ibrahim, Nuh hanya seorang buruh bangunan. Ia tinggal di rumahnya berukuran 4 x 5 meter. “Di dinding rumah Nuh ada tulisan “Rumah Keluarga Pra-Sejahtera Penerima Bantuan,” jelas Ibrahim, yang mengaku mengetahui Nuh sebagai pemenag lelang melalui grup WhatsApp (WA) Kelurahan Sungaiasam.

Sementara Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan, Jumat, polisi tidak menangkap Nuh, tapi Nuh sendiri yang datang sendiri meminta perlindungan ke Polsek Pasar, Kota Jambi, Selasa (21/5).

“Setelah petugas Polsek Pasar meminta keterangan Nuh, yang bersangkutan diperbolehkan pulang ke rumahnya,” katanya.

Dalam keterangannya pada polisi, Nuh mengaku tak paham acara lelang di televisi yang diikutinya tersebut. Nuh menganggap lelang bakal mendapat hadiah besar, maka ia ikut dalam konser virtual itu melalui televisi.

Tapi ia kaget karena begitu dinyatakan sebagai pemenang lelang, malah ia ditelepon dan ditagih membayar nilai lelang sebesar Rp 2,55 miliar. Nuh pun ketakutan dan meminta perlindungan polisi.

Firman menyatakan tak mengusut masalah ini. "Tak ada kasus, sehingga masalah ini tidak diusut. Nuh hanya diwawancarai untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terkaitlelang tersebut," katanya.