Google Tendang Aplikasi Rasis dari Play Store

Liputan6.com, Jakarta - Google telah menghapus sebuah aplikasi besutan pengembang India dari toko aplikasi Play Store . Aplikasi yang dimaksud bernama Remove Chinese Apps.

Seperti namanya, aplikasi ini menjanjikan kemampuan menghapus aplikasi-aplikasi asal Tiongkok dari smartphone pemiliknya.

Mengutip laman The Verge , Jumat (5/6/2020), Google menghapus aplikasi ini karena dianggap melanggar kebijakan Google. Dalam kebijakan Deceptive Behavior, Google melarang ada software mendorong atau menyesatkan pengguna untuk "menghapus atau menonaktifkan aplikasi pihak ketiga."

Sekadar informasi, 'aplikasi rasis' penghapus aplikasi-aplikasi Tiongkok ini muncul saat ada sengketa di perbatasan Himalaya yang mendorong sentimen anti-Cina di India.

Tech Crunch mencatat, siatuasi ini juga menyebabkan beberapa selebritas India menyerukan ke penggemar mereka untuk menghapus aplikasi yang dikembangkan oleh pengembang asal Tiongkok.

Salah satu contohnya adalah seruan menghapus aplikasi TikTok dari smartphone para pengguna.

Sudah Diunduh 5 Juta Kali


Aplikasi TikTok di Google Play Store. (Doc: Google Play Store)

Sebelum dihapus dari Play Store, aplikasi Remove Chinese Apps cukup populer di India. Laporan dari Reuters sebelumnya menyebutkan, aplikasi rasis ini telah diunduh lebih dari 5 juta kali sejak Mei 2020. Bahkan, aplikasi Remove Chinese Apps sempat trending di India.

Pengembang aplikasi Remove Chinese Apps, yakni OneTouch AppLabs, mengomentari soal penghapusan aplikasi mereka dari Play Store.

Mereka mengklaim, aplikasi tersebut ditujukan untuk tujuan edukasional dan tidak "mempromosikan atau memaksa orang untuk menghapus aplikasi lainnya."

TikTok dan UC Browser Jadi Sasaran Aplikasi Rasis


ilustsrasi aplikasi TikTok. (iStockphoto)

Berdasarkan informasi, aplikasi Remove Chinese Apps bekerja dengan cara memindai smartphone untuk mengetahui aplikasi-aplikasi besutan pengembang Tiongkok. Contoh aplikasi yang dijaring adalah TikTok besutan ByteDance dan UC Browser milik Alibaba.

Sementara, jika tidak ada satupun aplikasi buatan pengembang Tiongkok yang ditemukan di smartphone , akan ada pesan pop-up bertuliskan "Kamu hebat, tidak ada aplikasi (buatan) Tiongkok yang ditemukan."

Masih gara-gara ketegangan antara India dan Tiongkok, para pengguna di India mengarahkan kemarahan mereka pada aplikasi TikTok. Hal ini juga yang membuat aplikasi alternatif TikTok, yakni Mitron, mendadak populer.

Belakangan, Mitron dihapus oleh pihak Google karena dianggap melanggar kebijakan Google.

(Tin/Ysl)