Polri Dalami Laporan Ketua BPK atas Benny Tjokro

By Benny Tjokro-ist/net

JAKARTA – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna dituduh oleh Benny Tjokro telah melindungi grup Bakrie dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Atas dasar itu, Agung pun lapor ke Bareskrim Polri.

Agung Firman Sampurna mendatangi Kantor Bareskrim Polri, Senin (29/6). Dia datang untuk melaporkan Benny Tjokrosaputro atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Benny Tjokrosaputra adalah terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

“Kami mendatangi Bareskrim untuk melaporkan Saudara Benny Tjokro atas dugaan pencemaran nama baik. Jelas apa yang dilakukan oleh Benny ini fitnah dan pencemaran nama baik,” kata Agung, di Kantor Bareskrim Polri, Senin (29/6).

Agung menjelaskan, laporan tersebut dibuat karena tak terima dirinya difitnah melindungi bakrie Group dalam kasus Korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Dalam persidangan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya Rabu (24/6), terdakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokro, menyebut Ketua BPK dan Wakil Ketua BPK melindungi grup tertentu dalam Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dalam kasus Jiwasraya.

“Tudingan yang dilontarkan Benny tersebut harus dipertanggungjawabkan, karena berimplikasi kepada hukum,” terangnya.

Dijelaskan Agung, prosedur perhitungan kerugian negara (PKN), aparat penegak hukum mengajukan proses perhitungan kerugian negara kepada BPK, setelah ada penetapan tersangka.

Setelah itu, terdapat proses gelar perkara atau ekspose yang menyajikan konstruksi mens rea atau niat jahat dari tersangka.

“Maka menjadi tidak berdasar kalau kami dituduh melindungi Bakrie,” ujar Agung.

Laporan Agung telah terdaftar di Bareskrim dengan nomor laporan: LP/B/0347/VI/2020/Bareskrim. Dalam laporan tersebut Benny Tjokro dipersangkakan dengan Pasal 207 KUHP, 310 KUHP, dan 311 KUHP.

Menanggapi itu, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan langsung mendalami dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Agung.

“Sesuai prosedur standar operasi yang ada, setelah beliau melaporkan, tentunya kami akan mendalami dengan memproses laporan itu,” katanya.

Ditegaskan pula, bahwa status Benny Tjokro sebagai terdakwa dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya tidak akan menghalangi proses penyelidikan.

“Itu dua hal yang berbeda,” kata dia.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor, Rabu (24/6), terdakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro menyebut emiten dari Grup Bakrie berkontribusi besar dalam kasus Jiwasraya.

Benny menyebut Bakrie Group tidak tersentuh dari kasus itu, karena ‘dilindungi’ oleh BPK termasuk di dalamnya Ketua dan Wakil Ketua BPK.

“Seakan-akan semua saham saya atur, kalau nama perusahaan PT Bakrie Brother, masa yang atur saya, tapi memang BPK yang nutupi, yang nutupi Ketua dan Wakil BPK yang sudah pasti kroninya Bakrie,” kata Benny, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/6).

Dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya Kejaksaan Agung menetapkan 13 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka korporasi. Bahkan Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH juga ditetapkan sebagai tersangka, sehingga menambah daftar pelaku megaskandal asuransi ini. (gw/fin)