Tak Mau Diintervensi, Interpol Tolak Permohonan Iran Tangkap Trump

JawaPos.com – Iran telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap semua dalang di balik pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. Iran juga meminta Interpol membantu untuk menahan Presiden AS Donald Trump dan puluhan orang lainnya yang diyakini melakukan serangan dengan pesawat tak berawak pada Januari lalu. Hanya saja Interpol menolak mentah-mentah permintaan dari Iran tersebut.

Jaksa Teheran Ali al-Qasimehr mengatakan pada Senin (29/6) bahwa Trump bersama dengan lebih dari 30 lainnya terlibat dalam serangan 3 Januari yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani. Bahkan pembunuhan itu dikaitkan dengan terorisme seperti laporan kantor berita ISNA.

Al-Qasimehr tidak mengidentifikasi orang lain selain Trump. Menurutnya Iran akan terus mengejar penuntutannya bahkan setelah jabatan kepresidenan Trump berakhir.

Interpol yang berbasis di Lyon, Prancis, mengatakan dalam sebuah pernyataan konstitusi. Interpol secara tak langsung menolak permintaan Iran.

“Tak ada intervensi atau kegiatan apa pun yang bersifat politik, militer, agama atau ras. Karena itu, jika atau ketika permintaan semacam itu dikirimkan ke Sekretariat Jenderal, Interpol tidak akan mempertimbangkan permintaan seperti ini,” tegas Interpol dalam pernyataannya.

Utusan Iran-AS, Brian Hook menggambarkan tindakan itu sebagai ‘aksi propaganda’. Red Notice atau ‘Peringatan Merah’ tersebut diminta berdasarkan intervensi politik.

“Ini bersifat politik. Ini tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional, perdamaian internasional. Ini adalah aksi propaganda,” jelas Hook.

Seperti diketahui, militer Amerika Serikat membunuh Jenderal Qassem pada Jumat (3/1), dalam serangan udara di luar Bandara Internasional Baghdad. Kondisi ini mengejutkan Iran dan memicu kekhawatiran perang baru di Timur Tengah.

Saksikan video menarik berikut ini: