Di Bandung, Mensos Juliari Beberkan Alasan Pengurangan Dana BST

By BERI KETERANGAN: Menteri Sosial Juliari P Batubara, memberi keterangan di tengah penyaluran BST Di Desa Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/7). (Wisnu Sungkara/FIN)

BANDUNG – Menteri Sosial Juliari P Batubara memantau langsung penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 20 warga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/7).

Juliari mengakui bantuan yang semula berkisar Rp600 ribu akan dikurangi menjadi Rp300 ribu. Jumlah tersebut berlaku mulai Juli hingga Desember 2020

”Jenis bantuannya sama sesuai dengan data yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bandung. Namun nantinya BST mengalami penurunan untuk periode Juli sampai Desember 2020,” jelasnya.

“Yang semula berjumlah Rp 600 ribu, akan dikurangi menjadi Rp 300 Ribu. Ada sejumlah pertimbangan, salah satunya sektor ekonomi yang mulai perlahan-lahan kembali dibuka di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, ” tambah Juliari.

Untuk data penerima bantuan, Juliari mengatakan pihaknya menyerahkan pendataan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Nantinya, Pemkab akan memberikan usulan kepada Kementerian Sosial yang kemudian akan ditindak lanjuti.

“Mekanisme pembagiannya sama. Siapa yg berhak menerima itu ditentukan oleh Pemkab, nanti diusulkan ke kami. Yang penting prinsipnya yang paling layak dibantu itu diusulkan,” ujar Juliari.

Selain sector ekonomi yang bergeliat, sambungnya, faktor penurunan jumlah BST yang diterima warga terdampak juga akan disuplai oleh program pemulihan ekonomi lain yang disokong sejumlah kementerian. Nantinya program bersama itu mampu menutupi kekurangan hingga akhir tahun mendatang.

“Untuk data bantuan diserahkan pendataan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Nantinya, Pemkab akan memberikan usulan kepada Kementerian Sosial yang kemudian akan ditindak lanjuti. Dan akan di usulkan ke kami, “jelasnya.

Juliari mengakui, dalam pelaksanaan program jaring pengaman sosial untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun sejauh ini, tantangan tersebut bisa diminimalisasi atau diatasi.

Diketahui, kegiatan itu dihadiri anggota Komisi IV – Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kelautan Yadi Srimulyadi, Bupati Bandung, Dadang M Naser dan pejabat teras Kabupaten Bandung. (wis/bdg/fin)