TikTok Diblokir Pemerintah India, Google Balas Hapus Mitron dari Play Store

AKURAT.CO Sejak 29 Juni lalu, Kementerian Teknologi Informasi India mengumumkan akan menonaktifkan 59 aplikasi buatan Cina. Termasuk di antaranya TikTok, WeChat, QQ, dan sejumlah aplikasi media sosial lainnya.

Menurut data terbaru dari SensorTower, pada paruh pertama 2020, TikTok diunduh hampir 600 juta kali. Dengan demikian, TikTok menjadi aplikasi seluler paling populer di paruh pertama tahun 2020. Bahkan, kala pandemi melanda, unduhan TikTok bertambah 115 juta kali unduhan dengan pengguna tetap lebih dari 100 juta.

SensorTower mengatakan, pada paruh pertama tahun ini, unduhan TikTok meningkat sebesar 88,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tiga pasar teratasnya adalah India, Brasil, dan Amerika Serikat. Masing-masing menyumbang 27,5%, 9,6%, dan 8,2%.

Menariknya, beberapa bulan lalu, Mitron semakin populer. Mitron yang artinya 'teman' dalam bahasa Hindi merupakan milik dari pengembang perangkat lunak asal Pakistan, Qboxus. Mitron juga dikenal sebagai TikTok versi India.

Platform media sosial yang serba baru ini dirancang oleh mahasiswa IIT Roorkee, Shivam Agarwal. Sejak diluncurkan secara resmi di Google Play Store, aplikasi ini telah berhasil mendaoatkan popularitas luar biasa dalam kurun waktu singkat. Aplikasi ini memiliki peringkat rata-rata 4,7 bintang dengan lebih dari 5 juta unduhan. Bahkan, Mitron berhasil masuk dalam daftar 3 aplikasi gratis teratas.

Alih-alih menaikkan aplikasi lokal dengan cara memblokir sejumlah aplikasi asal Cina, Google justru menghapus Mitron dari Play Store. Alasan Google menghapus Mitron karena melanggar regulasi yang tidak mengizinkan adanya duplikasi kontent alias 'menyalin konten dari aplikasi lain tanpa menambahkan nilai apa pun pada aplikasi asli-nya'.