Pemkot Matangkan Lapangan Pendukung Piala Dunia

SOLO – Pemkot masih menimbang tambahan venue yang bakal dijadikan lapangan pendukung Piala Dunia U-20 tahun depan. Sesuai regulasi, setiap tuan rumah yang ditunjuk sebagai penyelenggara wajib menyediakan sejumlah lapangan pendukung untuk latihan tim antarnegara.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo memastikan Stadion Manahan sudah siap untuk pertandingan Piala Dunia U-20. Dalam waktu dekat, kembali digelar latihan tanding guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Seperti kelayakan rumput, lampu, dan lainnya.

Sembari mengecek kesiapan venue utama, pemkot bakal mematangkan persiapan sarana prasarna pendukung lainnya. Sebelumnya pemkot telah membidik enam lapangan sepak bola. Namun karena ada beberapa pertimbangan baru, hanya sebagian lapangan yang dipastikan digunakan.

"Untuk lapangan pendukung ada empat yang sudah pasti digunakan, yakni Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Banyuanyar, dan Karangasem. Nah opsi cadangannya lapangan Sriwaru dan Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), tinggal bagaimana nanti yang siap," beber wali kota, Sabtu (4/7).

Penyiapan lapangan pendukung, imbuh Rudy, dilakukan oleh tim khusus yang diketuai menpora secara langsung. Sementara untuk pendanaannya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

"Kita tinggal menunggu saja. Karena DED (detailed engineering design) sudah ada semua. Sebelumnya kami pernah mengajukan renovasi ke empat lapangan pendukung senilai Rp 80 miliar. Untuk mengganti rumput dan peresapan. Anggaran tersebut juga untuk pengadaan fasilitas lainnya. Seperti ruang ganti, toilet dan lainnya," paparnya.

Untuk sementara, pemkot masih mengizinkan sejumlah lapangan pendukung Piala Dunia U-20 dimanfaatkan masyarakat. Namun saat pembangunan dan rampung revitalisasinya, semua venue tidak diperkenankan untuk aktivitas warga.

"Nanti kalau sudah dibangun (lapangan pendukung) tidak boleh dipergunakan untuk aktivitas warga, karena dipakai untuk pendukung venue utama (Stadion Manahan)," terang dia. ( ves/wa )