Menteri Kesehatan Jadi Sumber Masalah, Ini Kata Pakar...

GenPI.co - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dinilai sebagai sumber masalah lambatnya penanganan pandemi covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Pakar ekonomi Faisal Basri.

Tak hanya itu saja, Faisal Basri juga menilai Terawan sebagai kandidat pertama yang layak di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo.

Dia mengatakan Kementerian keuangan sudah memiliki dana tetapi tidak bisa mencairkan kalau tidak ada rencana kerja dari Kementerian Kesehatan.

Faisal Basri menyebut Kementerian Keuangan sudah bekerja maksimal menganggarkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp641,17 triliun. Namun, dana tersebut berhenti karena realisasinya yang lamban.

Kementerian Keuangan mencatat dana realisasi di bidang kesehatan baru tersalurkan sebesar 4,68 persen per 26 Juni 2020.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu menyebut kendala terletak pada kakunya sistem administrasi dan verifikasi insentif tenaga kerja dan lambatnya verifikasi klaim perawatan pasien di rumah sakit.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengaku kecewa dengan kinerja Kementeriannya dan menyinggung opsi perombakan kabinet kerjanya.

Jokowi menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para Menteri yang dinilai tidak memiliki progres kemajuan yang signifikan.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat Perpu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal Youtube sekretariat Presiden.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah rumah sakit di Kota Solo, Jumat (3/7) memilih tak menanggapi dan masuk mobil untuk melanjutkan kunjungan kedua saat ditanya isu reshuffle kabinet.

Ia menghentikan tanya jawab saat ditanya wartawan isu reshuffle sembari pergi menuju RS Bung Bung Karno Solo pada pukul 09.30 WIB.(*)

Simak video pilihan redaksi berikut ini: