Update Zona Merah di Surabaya 5 Juli 2020: Krembangan Masih Tertinggi Covid-19 dan Pasien Sembuh

SURYA.co.id - Simak Update Zona Merah di Surabaya hari ini, Minggu 5 Juli 2020, berdasarkan data yang dirilis Pemkot Surabaya.

Melansir dari situs lawancovid-19.surabaya.go.id, beberapa wilayah di Kota Surabaya masih tergolong Zona Merah karena total kasus Covid-19 masih di angka ratusan.

Wilayah yang menjadi Zona Merah tertinggi di Kota Surabaya adalah Kecamatan Krembangan , dengan kumulatif konfirmasi COVID-19 sebanyak 154 kasus.

Namun, pasien sembuh virus corona di wilayah ini juga tertinggi dibanding wilayah lain, yakni 114 orang.

Surabaya Timur, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara merupakan 3 wilayah yang memiliki kasus COVID-19 mencapai ribuan.

Wilayah Surabaya Timur kini totalnya 1977 kasus COVID-19 .

Wilayah Surabaya Selatan dengan 1390 kasus, dan Surabaya Utara dengan 1230 kasus.

Sedangkan dua wilayah lain masih belum menyentuh angka 1000 kasus.

Surabaya Pusat tercatat memiliki 849 kasus, sedangkan Surabaya Barat menjadi wilayah dengan total kasus paling sedikit dengan 752 kasus.

Berikut tabel persebaran kasus virus corona di Kota Surabaya menurut wilayah, Minggu (5/4/2020).

Surabaya Barat 718 295 51

Surabaya Pusat 821 291 87

Surabaya Utara 1,195 514 104

Surabaya Timur 1,894 853 129

Surabaya Selatan 1,329 590 93

Dalam data tingkat Kecamatan, terdapat 5 kecamatan dengan total kasus terbanyak di Surabaya.

5 Kecamatan tersebut adalah Kenjeran, Rungkut, Krembangan , Gubeng, dan Wonokromo

Krembangan memiliki jumlah total kasus COVID-19 lebih tinggi dibanding kecamatan lain yang ada di Surabaya.

Tercatat, data kasus di Krembangan sebanyak 154 kasus, sedangkan di Rungkut 142 kasus.

Lalu Kenjeran dengan 137 kasus, Gubeng dengan 147 kasus, dan yang terakhir adalah Wonokromo dengan 116 kasus.


Tabel persebaran kasus virus corona di Kota Surabaya, Minggu 5 Juli 2020 (lawancovid-19.surabaya.go.id)

Risma Minta Ibu Hamil di Surabaya Check Up Rutin ke Rumah Sakit

Di tengah pandemi Covid-19, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma meminta para ibu hamil di Surabaya betul-betul menjaga kondisinya dan bayi dalam kandungan.

Bahkan untuk pemeriksaan rutin, Risma meminta agar mereka tidak check up di Puskesmas tetapi ke Rumah Sakit Ibu dan Anak.

Hal itu disampaikan Risma dalam komunikasi daring dengan para RT/RW se-Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Risma, hal itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Seluruh RT/RW kalau ada warganya yang hamil jangan boleh ke Puskesmas, karena kondisinya berat takutnya tertular jadi langsung dibawa ke RS Ibu dan Anak," kata Risma.

Dia mengungkapkan, bila warganya tak ada kendaraan dalam keadaan darurat, dapat memanfaatkan command center (CC) 112.

Termasuk pada ibu hamil nantinya akan dijemput dan diantar kembali seusai menjalani pemeriksaan kehamilan.

Yang terpenting, lanjut Risma, keselamatan dan keamanan warganya.

Selain itu, dalam komunikasi daring itu, Risma juga meminta para RT/RW untuk mengingatkan agar para lansia dijaga betul sehingga tidak terpapar virus corona .

"Saya juga mohon agar lansia kalau bisa jangan boleh keluar, untuk permakanan setiap hari kita kirim," terang Risma.

Secara umum Risma mengingatkan peran serta dari para RT/RW dalam upaya menangani wabah virus ini.

Yaitu terus mengingatkan warganya agar patuh protokol kesehatan.

Di era transisi new normal ini, hal itu sangat ditekankan Pemkot Surabaya.

Monitoring terhadap kepatuhan warga harus dilakukan apalagi saat ini sudah terbentuk kampung tangguh Wani Jogo Suroboyo.

Risma mendorong masyarakat agar dapat berinteraksi dengan tatanan normal baru.

Di antaranya, tetap disiplin menggunakan masker, menerapkan jaga jarak atau physical distancing, serta terus melakukan pola hidup bersih dan sehat.

"Sudah ada Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Saya mohon itu dimaksimalkan, ketika kita disiplin dengan itu, sama halnya kita menyelamatkan diri dan orang-orang di sekitar kita, begitupun sebaliknya," terang Risma.

Risma Optimistis Covid-19 di Surabaya Berakhir Bulan ini


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya, Jumat (26/6/2020). (tribun jatim/yusron naufal putra)

Risma juga optimistis wabah tersebut akan berakhir bulan ini Juli 2020.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Surabaya menyebut setiap hari hampir 100 orang pasien Covid-19 sembuh.

Total kini sudah ada 2.890 pasien Covid-19 sembuh di Kota Surabaya .

Hal itu diungkap Risma dan Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam video conference dengan seluruh RT/RW di Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Dalam komunikasi daring itu, di antaranya Risma mengajak mereka untuk bersama memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Ketua RT, RW di Surabaya itu top, saya matur nuwun, ayo kita kerja terus, Juli selesai, bisa? Berani enggak?," kata Risma dalam komunikasi virtual tersebut.

Risma juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para RT/RW di seluruh Surabaya yang telah turut andil dalam berbagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak.

Mulai dari RT/RW, kelurahan, kecamatan, TNI dan Polri yang sudah bergotong royong berjuang bersama dalam memutus penyebaran pandemi global ini.

Apalagi, saat ini di Surabaya sudah dibentuk Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo berbasis gerakan warga.

Namun Risma tetap meminta mereka untuk tetap mengingatkan agar protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin oleh semua pihak.

"Ketika kita disiplin dengan itu, sama halnya kita menyelamatkan diri dan orang-orang di sekitar kita," ujar Risma. (Yusron Naufal/Putra Dewangga/Surya.co.id)