Anggaran Kemenparekraf Dipotong Rp 2 Triliun Demi Penanganan COVID-19

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) RI telah menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif tahun anggaran 2020. Pagu anggaran Kemenparekraf tahun ini dipangkas sebanyak Rp 2,045 Triliun untuk penangan virus corona yang kian meluas di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pemotongan tersebut menjadikan pagu anggaran Kemenparekraf yang awalnya sebesar Rp 5.366.861.663.000 berkurang menjadi Rp 3.265.457.304.000. Dalam kesempatan yang sama, anggota dewan juga mengapresiasi kinerja Kemenparekraf atau Baparekraf dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak COVID-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Kemenparekraf pada APBN 2020 sebesar Rp 2,045 triliun," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan , Sabtu (4/7).


Rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Kemenparekraf, Rabu (29/1). Foto: Abyan Faisal Putratama/kumparan

Persetujuan tersebut disampaikan Agustina saat memimpin Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Kemenparekraf , di Gedung DPR RI, Jumat (3/7). Agustina berharap bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kedepannya tetap dapat menjadi tulang punggung untuk membangkitkan ekonomi Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat itu, Komisi X DPR juga menyetujui pagu indikatif belanja K/L Kemenparekraf/ Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 8 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari RAPBN sebesar Rp 4,111 triliun, dan usulan tambahan sebesar Rp 3,888 triliun yang mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 454,3 miliar.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf. Ia juga menyatakan komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dalam rangka memasuki fase normal baru.

"Saya sangat mengapresiasi dukungan Komisi X DPR terhadap pemulihan sektor parekraf tersebut. Karenanya, kami juga telah menyiapkan berbagai langkah demi mengembalikan rasa percaya warga Indonesia dan dunia terhadap sektor pariwisata tanah air,'' ujar Wishnutama.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (tengah) mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA/Aprillio Akbar

Wishnutama menyebut, langkah-langkah yang akan dilakukan salah satunya bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan ( Cleanliness , Health, Safety, and Environment- CHSE ).

ADVERTISEMENT

Dalam praktiknya, setiap tahapan, termasuk promosi, nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan COVID-19, serta kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Hal ini sangat penting karena jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam waktu satu atau dua hari, kata dia, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan itu butuh waktu lama," pungkas Wishnutama.