Tito Ajak Influencer Panas-panasi Calon Kepala Daerah Peduli COVID-19

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak kaum millennial berpengaruh atau influencer di media sosial, untuk mau membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2020.

Tujuan Mantan Kapolri ini mengajak influencer adalah untuk memanas-manasi calon kepala daerah soal isu penanganan COVID-19 di daerah selama tahapan Pilkada serentak 2020 berlangsung. Dia berharap dengan begitu, maka tingkat keaktifan calon kepala daerah dalam upaya menurunkan angka penularan COVID-19 di daerah semakin meningkat.

"Kita bawa Pilkada kita menjadi isu sentral, dan dorong juga untuk stimulasi ekonomi supaya ada gerakan masif oleh para kontestan, bagi-bagi masker, hand sanitizer , itu pasti akan berpengaruh kepada penurunan kurva yang positif di daerah masing-masing," ujar Tito dalam seminar daring bertemakan ‘Apa yang Baru dari Pemilihan Umum di Masa Normal Baru’ seperti dikutip Antara , Minggu (5/7/2020).

1. Tito yakin influencer millennial bisa tingkatkan partisipasi masyarakat di Pilkada 2020


Tito mengatakan, jika para influencer bergerak aktif untuk mengkampanyekan pesta demokrasi tersebut, maka bukan tidak mungkin partisipasi masyarakat akan tinggi meskipun dalam situasi sulit di masa pandemik COVID-19

"Kaum millennial semua bergerak, para influencer media sosial bergerak semua. Mainkan saja isu kemampuan daerah dalam menangani daerah masing-masing dan dampak sosial-ekonominya, itu menjadi isu sentral," kata

2. Pemerintah targetkan partisipasi pemilih lebih dari 50 persen


Ia berharap, target partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak bisa mencapai angka di atas 50 persen.

"Target partisipasi, ya jelas kami harapkan di atas 50 persen. Kalau bisa semakin tinggi, semakin baik," tuturnya.

2. Jumlah pemilih berdasarkan data 9 Juni mencapai 106 juta orang


Menurut penuturan Ketua KPU Arief Budiman, jumlah pemilih dalam Pilkada 2020 berdasarkan data 9 Juni adalah sekitar 106 juta orang (106.774.112 orang).

Dengan demikian, berarti target pencapaian partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 yang diharapkan Mendagri adalah separuhnya yaitu di atas 53 juta orang (53.387.056 orang).

3. Pilkada serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember


Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 daerah. Pemungutan suara akan dilakukan serentak pada 9 Desember mendatang dan dilanjutkan penghitungan suara berjenjang dari tingkat TPS, kecamatan hingga kabupaten/kota dan provinsi.

Tahapan Pilkada sempat tertunda pada bulan Maret ketika pandemi COVID-19 memaksa pemerintah menerapkan langkah menjaga jarak sosial (social distancing), yang menyebabkan KPU menunda tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak berikutnya yang kemudian berakibat pada penundaan tahapan pemungutan suara.

Padahal, jika tidak ada pandemik ini, rencananya pemungutan suara Pilkada bakal dilaksanakan oleh 270 daerah pada 23 September 2020 mendatang.

Keputusan penundaan disepakati kemudian dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), beserta penyelenggara pemilu, yakni: Bawaslu, KPU, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin, 30 Maret 2020 hingga terbitnya Perppu Penundaan Pilkada.